Contoh Surat Gugatan Perceraian | Perceraian atau cerai hidup adalah hal yang sangat dihindari oleh setiap pasangan suami istri yang sudah menjalin hubungan rumah tangga baik yang seumuran jagung atau yang sudah berpuluh tahun. Semua pasangan suami istri pasti ingin memiliki hubungan rumah tangga mereka langgeng dan bertahan hingga maut memisahkan. Perceraian merupakan terputusnya keluarga karena salah satu atau kedua pasangan memutuskan untuk saling meninggalkan ( cerai )sehingga mereka berhenti melakukan kewajibannya sebagai suami istri.

Pada dasarnya melakukan pernikahan adalah bertujuan untuk selama-lamanya, tetapi adakalanya ada sebab-sebab tertentu yang menyebabkan perkawinan tidak dapat diteruskan jadi harus berakhir ( cerai ) di tengah jalan atau terpaksa putus dengan sendirinya, atau dengan kata lain terjadi perceraian antara suami istri.

Keputusan berpisah atau bercerai bisa dilakukan demi kebaikan masing-masing. Namun disisi lain anak di menjadi korban dalam perceraian. Berikut ini kami akan memberikan Contoh  Surat Gugatan Perceraian terbaru .

 

SURAT GUGATAN PERCERAIAN

Kepada Yth:

Bapak/Ibu Ketua Pengadilan Negeri/Agama

(__________________)

Di

Tempat

Dengan hormat

Bersama ini, saya :

Nama                           :

Agama                         :

Umur                           :                              tahun,

Pekerjaan                     :

Alamat                        :

selanjutnya akan disebut sebagai PENGGUGAT

Dengan ini penggugat hendak mengajukan gugatan perceraian terhadap

Nama                           :

Agama                         :

Umur                           :                           tahun,

Pekerjaan                     :

Alamat                        :

yang untuk selanjutnya akan disebut sebagai TERGUGAT

Adapun yang menjadi dasar-dasar dan alas an diajukannya gugatan perceraian adalah sebagai berikut:

  1. Pada tanggal (_____)  bulan (__________)  tahun (_____)  Penggugat dan Tergugat telah melangsungkan perkawinan dan tercatat di Kantor Urusan Agama (______________________) dengan Akta Perkawinan dengan nomor ______________tertanggal_________
  2. Selama melangsungkan perkawinan Penggugat dan Tergugat telah dikaruniai (_____)  orang anak yaitu: (______________________)  jenis kelamin (____________) lahir di (______________________) tanggal (_____)  dengan Akta Kelahiran  No (_____________) tertanggal (_____) dan (__________________) Jenis kelamin (______________)  lahir di (_________________)  tanggal (_____) dengan Akta Kelahiran No(_____)  tertanggal (_____)
  3. Sejak awal perkawinan berlangsung, Tergugat telah memiliki kebiasaan dan sifat yang baru diketahui oleh Penggugat saat perkawinan berlangsung yaitu mabuk, kasar, sering memukul serta selalu pulang larut tanpa alasan yang jelas
  4. Meski Tergugat bekerja, namun sebagian besar penghasilannya dipergunakan tidak untuk kepentingan dan nafkah anak dan istrinya
  5. Apabila Penggugat memberikan nasihat, Tergugat bukannya tersadar serta mengubah kebiasaan buruknya namun melakukan pemukulan terhadap Penggugat di depan anak-anak Penggugat/Tergugat yang masih kecil-kecil
  6. Kebiasaan kasar Tergugat makin menjadi setelah kelahiran anak kedua dari Penggugat/Tergugat
  7. Tergugat juga tidak pernah mendengarkan dan membicarakan masalah ini secara baik dengan Penggugat yang akhirnya mendorong Penggugat untuk membicarakan masalah ini dengan keluarga Tergugat untuk penyelesaian terbaik dan pihak keluarga Tergugat selalu menasehati yang nampaknya tidak pernah berhasil dan Tergugat tetap tidak mau berubah
  8. Sikap dari Tergugat tersebut yang menjadikan Penggugat tidak ingin lagi untuk melanjutkan perkawinan dengan Tergugat
  9. Lembaga perkawinan yang sebenarnya adalah tempat bagi Penggugat dan Tergugat saling menghargai, menyayangi, dan saling membantu serta mendidik satu sama lain tidak lagi didapatkan oleh Penggugat. Rumah tangga yang dibina selama ini juga tidak akan menanamkan budi pekerti yang baik bagi anak-anak Penggugat/Tergugat.

Berdasarkan uraian diatas, Penggugat memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini untuk memutuskan

  1. Menerima gugatan penggugat
  2. Mengabulkan gugatan penggugat untuk keseluruhan
  3. Menyatakan putusnya ikatan perkawinan antara Penggugat dan Tergugat sebagaimana dalam Akta Perkawinan No. (_____)  yang tercatat di Kantor Urusan Agama (________________)  Menyatakan hak asuh dan pemeliharaan anak berada dalam kekuasaan penggugat
  4. Menghukum Tergugat untuk memberikan uang iddah, nafkah anak sebesar Rp. (_____________)  / bulan
  5. Membebankan seluruh biaya perkara kepada Tergugat.
  6. Apabila Majelis Hakim berkehendak lain, Penggugat mohon putusan yang seadil-adilnya

Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih

[nama kota], [tanggal, bulan, tahun]

Hormat Penggugat

 

Materai Rp.6.000

 

(……………………….)

Keyword : Contoh Surat Gugatan Cerai, Surat Gugatan Cerai, Contoh Surat Gugatan, Contoh Surat Gugatan Perceraian, Contoh Gugatan Cerai, Contoh Surat Gugatan Cerai Istri Kepada Suami, Surat Gugatan, Contoh Surat Gugat Cerai, Contoh, Surat, Perceraian, Cara Membuat Surat Gugatan Cerai, Surat Gugatan Perceraian Di Pengadilan Agama, Surat Gugatan Perceraian, Cara Mengajukan Gugatan Perceraian, Contoh Surat Gugatan Cerai Di Pengadilan Negeri, Surat Gugatan Cerai Talak, Contoh  Surat Gugatan Perceraian Terbaru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *