Surat Pembatalan Perjanjian Jual Beli Rumah Tanah Mobil dan Kerjasama | Surat Pembatalan Perjanjian adalah suatu surat yang di buat untuk pembatalan perjanjian yang pernah di buat dahulu yang mengikat satu pihak dengan pihak lainnya. Berikut kami bagikan contoh Surat Pembatalan Perjanjian.

Surat Pembatalan Perjanjian berikut bisa anda gunakan untuk pembatalan perjanjian jual beli rumah tanah mobil atau pembatalan kontrak perjanjian kerjasama.

Semoga contoh Surat Pembatalan Perjanjian yang kami share membantu anda, silahkan anda download Surat Pembatalan Perjanjian yang sudah kami tulis dalam bentuk doc.

SURAT PEMBATALAN PERJANJIAN

Perjanjian ini dibuat pada hari ini, _______ tanggal __ ________ ____ di _____________, oleh dan diantara (selanjutnya disebut “Surat Perjanjian”):

1 NamaTempat/Tanggal Lahir

Alamat

 

No. KTP

::

:

 

:

____________________________________________

_________________________________________________

_________________________________________________

______________________

Selanjutnya dalam Surat Perjanjian ini disebut sebagai “PIHAK PERTAMA
2 NamaTempat/Tanggal Lahir

Alamat

 

No. KTP

::

:

 

:

____________________________________________

_________________________________________________

_________________________________________________

______________________

Selanjutnya dalam Surat Perjanjian disebut sebagai “PIHAK KEDUA

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama selanjutnya disebut sebagai “Para Pihak” dan masing-masing disebut sebagai “Pihak”. Para Pihak dengan ini terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut:

1. Bahwa, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sebelumnya telah saling mengikatkan diri dalam “Perjanjian ______________” Nomor: ____________ mengenai _________________ yang dibuat dan ditandatangani oleh Para Pihak pada tanggal ________________________ (“Perjanjian”);

2. Bahwa, Perjanjian tersebut mengatur tentang hubungan ( Kerja Sama, Jual Beli )  _______________________________ diantara Para Pihak, dimana hak dan kewajiban PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dalam Perjanjian tersebut pada intinya ditentukan sebagai berikut:

a. Hak dan Kewajiban PIHAK PERTAMA.

(1) PIHAK PERTAMA berkewajiban untuk __________________________;

(2) PIHAK PERTAMA berhak untuk _______________________________;

b. Hak dan Kewajiban PIHAK KEDUA.

(1) PIHAK KEDUA berkewajiban untuk ____________________________;

(2) PIHAK KEDUA berhak untuk _________________________________;

(secara bersama-sama selanjutnya disebut “Hak dan Kewajiban”)

3. Bahwa, Perjanjian tersebut berlangsung untuk jangka waktu __ (__________) tahun, yang dimulai dari tanggal ______________ sampai dengan tanggal ________________ (“selanjutnya disebut “Jangka Waktu Perjanjian”);

4. Bahwa, oleh karena disebabkan _____________________________________, maka Para Pihak tidak dapat melanjutkan Perjanjian tersebut sebelum berakhirnya Jangka Waktu Perjanjian, sehingga dengan demikian maka Para Pihak telah sepakat untuk mengakhiri Perjanjian tersebut yang ketentuan-ketentuannya sebagaimana yang akan ditegaskan dalam Kesepakatan ini.

Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka Para Pihak dengan ini sepakat:

1. PIHAK PERTAMA dengan ini sepakat untuk mengakhiri Perjanjian sebagaimana PIHAK KEDUA dengan ini juga sepakat untuk mengakhiri Perjanjian tersebut;

2. Para Pihak sepakat bahwa pengakhiran Perjanjian tersebut mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya Surat Perjanjian ini;

3. Dengan berakhirnya Perjanjian tersebut, dengan ini Para Pihak sepakat:

a. Menyatakan telah lunas sebagian Hak dan Kewajiban yang telah dilaksanakan oleh masing-masing Pihak

b. Masing-masing Pihak tidak akan menuntut kepada pihak lainnya untuk melaksanakan sebagian lagi Hak dan Kewajiban yang belum dilaksanakan.

4. Para Pihak sepakat bahwa masing-masing Pihak tidak akan mengajukan tuntutan hukum apapun terhadap Pihak lainnya atas segala Hak dan Kewajiban yang telah dilaksanakan dan atas segala peristiwa lainnya yang menyangkut Perjanjian yang terjadi sebelum berakhirnya Perjanjian;

5. Dengan berakhirnya Perjanjian tersebut, Para Pihak sepakat untuk mengesampingkan ketentuan Pasal 1266 dan Pasal 1267 dari Kitab Undang-undang Hukum Perdata, sehingga dengan demikian maka Para Pihak sepakat bawah pengakhiran Perjanjian berdasarkan Kesepakatan ini tidak memerlukan putusan pengadilan;

Demikian Kesepakatan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) bermeterai cukup, masing-masing Pihak memperoleh 1(satu) rangkap yang kesemuanya mempunyai kekuatan hukum yang sama.

 

 

Para Pihak,

 

PIHAK PERTAMA,                                                            PIHAK KEDUA

 

 

 

 

 

_____________________                                          _____________________